Selamat siang kamu...
jangan muak kalo saya menulis tentang kamu lagi, ga tau udah berapa tulisan yang saya tulis untuk kamu, bukan untuk kamu yang mencintai senja, bukan untuk kamu pula sang tetangga yang bikin saya rajin nengok ke gang sebelah, dan bukan kamu juga hai cerita masa lalu.
Kamu apa kabar? saya dan sang cintamu baik, lebih tepatnya saya lebih baik dari sang cintamu, mungkin dia belum cerita banyak, yaaaa, mungkin dia jarang berkomunikasi denganmu, apa tuhan menyampaikan pesannya padamu? dia sering menitip pesan untukmu Pada-Nya.
Ah.., Saya lupa, Pasti kamu bertanya ada apa dengan sang cintamu kan? ga usah khawatir, sang cintamu tetap saya jaga, cuma ada sedikit masalah pada syaraf di kaki kirinya, tapi sekarang kelihatannya dia sudah lebih baik dari sebelumnya.
Kita, ehmm,.. saya dan sang cintamu juga masih suka berbicara tentang kamu, tentang kita. mengenang kita saat kamu, saya dan sang cintamu bersama, saat ini kita juga masih bersama hingga nanti.
Bagaimana disana? sepertinya kamu lebih betah disana dari pada dirumah, apa fasilitas disana memuaskan? apa kamu bertemu dengan orang yang selama ini jadi tuntunan kita? atau.. bertemu sang permata hatimu dengan sang cintamu? Beri tau sang cintamu ya kalau kamu bertemu, salam untuknya.
Jam berapa disana? kalo di tempat saya berpijak jam 2.25 pm, dan cuaca di sini berantakan, sebentar hujan trus panas, saya juga pernah sakit karna itu, jangan khawatir, sang cintamu ada untuk saya, kita saling menjaga.
Saya rasa bahaya kalo saya terlalu banyak menulis tentang kamu, bahaya juga kalau tiba-tiba saya terlalu ingin ketemu kamu, kamu baik-baik ya di sana, jangan nakal, kalo ada bidadari yang gangguin kamu bilang aja kamu udah punya cinta, sudah ya, nanti kita lanjutin lagi obrolannya, nanti saya sampaikan salam kamu untuk sang cintamu.
Tertanda, Anandamu Tercinta
Teruntuk Bapak Surya di Surga Sana.